Thursday, June 14, 2018

Review Mouse Logitech M170

Halo, selamat datang kembali di blog kami.

Kali ini kami akan mereview salah satu produk mouse dari Logitech yaitu Logitech M170.
Mouse logitech M170 dari Logitech ini menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi serta casual user. Jadi saya tekankan untuk tidak memiliki ekspektasi tinggi dengan mouse ini.







Saya sudah memakai mouse ini kurang lebih 3 bulan. Mouse ini sangat rekomended bagi saya. Kenapa? Let's check this out!

1. Performa

Jujur saya kurang tahu mengenai sensor wireless dari mouse ini. Akan tetapi dari penggunaan saya sehari -hari mouse ini sudah lebih dari cukup untuk dibawa keluar dari rumah. Mouse ini mengklaim bahwa dapat bertahan hingga 10 m jauhnya dari donggle-nya. Sangat cocok dipakai untuk presentasi.

Akan tetapi ketika saya mengedit menggunakan mouse ini, saya merasa mouse ini kurang akurat untuk digunakan. Terdapat sedikit jitter ketika digunakan dengan lamban.

Mouse ini dilengkapi dengan donggle yang tempat penyimpanannya berada di dalam mouse itu sendiri. Anda harus berhati-hati setelah memakai mouse ini, donggle dari mouse ini sangat rentan untuk hilang.

Click dan scroll dari mouse ini sangat nyaman dan pas untuk penggunaan saya. Saya memiliki ukuran tangan yang kecil. Dari pengalaman pemakaian saya , click kiri dan kanan dari mouse ini sangat rentan untuk rusak ketika digunakan. Entah bahannya atau bagaimana, saya merasa sedikit takut untuk menggunakan mouse ini dalam penggunaan yang kasar.

Untuk click scroll dari mouse ini saya rasa sangat keras/kaku. sehingga membutuhkan sedikit usaha untuk menekannya.

Terdapat keluhan dari saya, saya mengapresiasi penggunaan invisible optic pada mouse ini. Akan tetapi terkadang saya lupa untuk mematikan mouse ini, karena mouse ini tidak terdapat indikator khusus on/off.

2. desain

Desain dari mouse ini sangat kasual. Cocok untuk pengguna tangan kanan ataupun kiri. Permukaan atas dari mouse ini terdiri dari plastik bertekstur halus. Serta di kiri dan kanan mouse ini terdapat semacam grip terdiri dari plastik pertekstur kasar, sehingga nyaman untuk digenggam.




3. Harga

Harga dari mouse ini sekitar Rp 105.000 dari lazada penjual resmi Logitech.
Berikut link penjualan dari lazada.



Share:

Monday, June 11, 2018

Buat gaming? Bisa! Buat presentasi? Bisa banget - HP Pavilion Power 15

Hi semuanya,
Mohon maaf untuk beberapa minggu atau bulan saya tidak mengupdate artikel di blog ini.
Terdapat sedikit kendala ketika banyak tugas yang melanda.

OK, jadi kali ini saya akan mereview sebuah laptop gaming tanpa unsur "GAMING". Laptop ini keluaran dari HP yaitu HP Pavilion Power 15.

Laptop ini tidak begitu dikenal di pasaran, terdapat beberapa hal menarik yang patut dibahas pada laptop ini. Saya pernah berfikir bahwa "bagaimana kita dapat membawa laptop gaming ke dunia profesional?" Saya kira itu akan sulit karena desain kebanyakan laptop gaming yang sangat terkesan menyolok dan terlihat kurang elegan.

Hal tersebut berakhir ketika saya bertemu dengan laptop ini. Kemudian, HP juga cerdas dengan menghadirkan laptop ini dengan harga yang lebih murah daripada brand sebelah, dengan kualitas hardware yang lumayan tinggi. 'Menarik bukan ketika kita memiliki laptop dengan performa tinggi dengan harga yang rendah?'

OK, mari kita bahas laptop ini.



Saya telah memakai laptop ini kurang lebih 3 bulan dan ada beberapa isu terkait dengan laptop ini. Entah itu karena dari produksi atau memang kesalahan dalam penggunaan. Saya harus mengetes semuanya hingga detail detail kecil, agar informasi yang saya berikan berguna untuk anda dalam memilih laptop ini.

Okay, Laptop ini hadir dengan 2 tipe di Indonesia. Tipe tertinggi di lengkapi dengan 128GB ssd dan 16 gb ram. Laptop yang saya pegang adalah seri terbawah dengan 8 gb ram dan tanpa ssd.
Saya telah mengecek di website amazon terkait laptop ini dan terdapat beberapa versi dengan gpu yang berbeda. Akan tetapi saya tidak tahu apakah akan masuk ke Indonesia dengan versi gpu yang berbeda.






LAYAR

Jadi, mari kita bicarakan soal layar. Laptop ini memiliki layar berjenis IPS matte, viewing anglenya luas. Warna yang dihasilkan layar ini lumayan akurat, di notebookcheck.net laptop ini memiliki sRGB 57.7% tetapi saya merasa harusnya lebih sih. Kontras di layar laptop ini lumayan tinggi , sehingga warna hitam yang dihasilkan pada layar ini terasa lebih hitam dibanding laptop yang lain. Layar laptop ini memiliki minimum kecerahan layar yang lumayan terang sehingga kadang membuat mata saya cepat Lelah ketika digunakan dalam jangka waktu yang Panjang di tempat yang gelap. Ada satu isu terkait layar laptop ini. Kadang saya merasa layar laptop ini berganti kecerahan secara otomatis. Entah itu karena system atau hardware itu sendiri, saya tidak tahu.

PORT

Port di laptop ini lengkap. Ethernet port HDMI port. Ada 3 usb 3.0, 2 di kiri dan 1 di kanan serta terdapat 1 usb tipe C. Pada awalnya saya sedikit kaget dengan symbol di samping kanan di usb port . saya kira laptop ini memiliki usb tipe c dengan thunderbolt 3. Ternyata bukan. Usb tipe c dan usb port 3.0 disisi kanan tersebut memiliki teknologi sleep charge, yang berfungsi untuk mencharge gadget anda ketika laptop dalam keadaan mati. Fitur yang sangat bagus menurut saya. Kemudian terdapat jack combo 3.5 mm untuk audio. Saya juga terdapat isu terkait jack 3.5 mm ini. Ketika saya menggunakan jack 3.5 mm ini dengan earphone saya. Saya merasa terdapat suara berisik ketika digunakan. Saya sudah mencari info serta menanyakan ke pihak HP nya, mereka berkata bahwa itu hanya kesalahan pada drivernya saja. Akan tetapi saya telah berulang kali menguninstall dan menginstall driver nya tetapi keluhan saya belum teratasi. Mungkin saya akan bawa laptop saya ke pihak HP.

DESAIN

Okay, desain dari laptop ini lebih ke professional. Yaaaa,mungkin karena brand hp sudah melekat dengan bisnis. Tetapi laptop ini hadir dengan warna backlit putih dan hijau. Milik saya berwarna hijau. Sehingga lebih tampil dengan kesan gaming. Layar pada laptop ini sedikit terdapat flex tetapi masih dalam batas wajar. Engsel dari laptop ini lumayan solid, dan dapat dibuka dengan satu jari. Btw layar laptop ini terdapat sedikit penyangga, sehingga ketika laptop ini sedikit terangkat. Maka airflow menjadi lebih luas. Emmm, penyangga laptop ini hanya diberi 2 karet kecil. Saya sedikit ragu karet kecil ini dapat menahan laptop ini dalam jangka waktu yang lama.
Keyboard decknya juga solid. Built quality yang bagus. Lalu, keyboard dari laptop ini memiliki backlit, dengan satu tingkat kecerahan saja. Feel ketika mengetik biasa saja. Lalu pada bagian trackpad, emm, trackpadnya luas memanjang, tetapi kurang akurat dan dedicated click nya sedikit keras.

Webcamnya lumayan, suaranya juga lumayan. Tapi sudah cukup untuk keperluan skype dsb.
Emm,lanjut  jujur saya tidak membuka bagian dalam laptop ini.

STORAGE

Untuk membuka bagian bawah laptop ini cukup sulit, ada beberapa mur yang harus dilepas dan juga ada mur yang dibalik karet penahan. Sedikit aneh menurut saya. Didalamnya terdapat dua buah ram slot, maximum sampai 32GB 2400 Mhz. 1 TB HDD 7200RPM, dan satu buah slot m.2 NVME SSD. Ada juga wifi card Intel AC7265. 70 WH baterai, saya mendapatkan sekitar 8 jam pemakaian normal di brightness terendah. Dan laptop ini dibekali quick charge, dari 0 hingga 100 persen membutuhkan sekitar satu setengah hingga dua jam waktu charging. Sertaaaa bila anda membawa laptop ini dengan charger nya, chargernya hanya sebesar power bank. Jempol dari saya.

SOUND

Speaker dari laptop ini lumayan. Midle high low terasa, tapi bassnya sangat kurang. Dan ada satu isu terkait speaker ini. Ketika digunakan di nada high, terdapat sedikit suara pecah. Tidak terasa tetapi sedikit mengganggu. Maaf, tetapi dengan dukungan bang and Olufsen pada speaker laptop ini, sangat disayangkan suara laptop ini kurang bagus.

THERMAL MANAGEMENT

Thermal management kurang. Entah kenapa HP memilih desain dengan exhaust mengarah langsung ke layar. It’s okay, tapi saya sedikit worried ketika laptop ini digunakan untuk gaming dengan sesi yang lama. Dengan penggunaan beberapa tahun, apakah layar laptop ini dapat bertahan? Saya tidak tahu. Dan posisi speaker yang dekat dengan exhaust juga membuat saya lebih khawatir dengan keawetan speaker laptop ini. Tetapi terdapat positif dari penempatan exhaust yang menembak ke layar ini. Jadi saya sempat menggunakan laptop ini di Kasur dan alhasil laptop ini tidak terlalu panas karena exhaust nya tidak menembak ke bawah. Apakah keunggulan menutup kekurangan?

PERFORMA

Oke, lanjut ke bagian performa. saya tidak terlalu berharap laptop ini untuk gaming sesi yang lama dikarenakan alasan sebelumnya. Jujur saya hanya mencoba laptop ini dengan sesi gaming saja. Laptop ini dibekali dengan prosesor i7 kabylake 7700hq dengan gtx 1050 4gb.
Oke, langsung saja. Pada game beberapa game dengan High 1080P mulus di 40-50 fps. Secara teori game game e-sport seperti cs go, dota 2 harusnya di babat habis oleh laptop ini.
Emmm, sekali lagi saya tidak merekomendasikan laptop ini untuk gaming, walaupun saya tetap melakukannya.


Laptop yang bagus, desain yang fresh , baterai yang dapat mengakomodasi kebutuhan saya, termasuk ringan apabila dibawa dengan chargernya. Mungkin bila isu tadi dapat teratasi serta desain dari exhaust yang di pindah mungkin laptop ini akan sangat saya rekomendasikan untuk gaming. Untuk multimedia saya sangat merekomendasikan laptop ini.

Share:

Monday, January 15, 2018

GL503VD-Sang penyempurna

Hi, kembali lagi di blog kami.

Jadi setelah kemunculan GL553VD yang merajai pasar entry level gaming laptop. Maka GL503VD ini datang sebagai refresh dari laptop tersebut.

Laptop ini datang dengan spesifikasi "inti" yang sama persis dengan pendahulunya, GL553VD. Laptop ini menawarkan performa Intel Core i7-7700HQ yang dipadu dengan Nvidia GTX 1050, yang secara logika menawarkan performa yang sama persis dari pendahulunya.

Jadi, apa sih kelebihan dari laptop ini? Berikut pembahasan singkat dari saya.

1. Desain yang fresh

Desain laptop ini mengusung tema dari laptop high end dari ASUS yaitu Zephyrus.
Kesan sangar dari ROG tetap dipertahankan dari laptop ini. Namun feel yang dibawa tidak terlalu gaming, tetapi lebih ke premium (walau tetap ada feel gaming). Sayangnya finishing brush metal tetap meninggalkan sedikit sidik jari, tetapi it's not problem.

Layout keyboard juga direfresh, tombol multimedia seperti volume up/down, mute mic, dan ROG gaming center yang di letakkan di atas keyboard utama. Hal ini juga sangat memudahkan pengguna agar tidak perlu repot-repot menekan tombol fn ketika ingin membesarkan atau menurunkan volume.


Source : www.notebookcheck.net

2. Layar yang lebih responsif

Bagi kalian gamer berat, atau lebih tepatnya fps gamer yang membutuhkan respons yang cepat. Laptop ini bisa menjadi pilihan. Karena laptop ini memiliki respons time 50% lebih cepat dari GL553VD.

Akan tetapi . . akurasi warna dari laptop ini sedikit menurun dibanding pendahulunya. Penurunan sekitar 7% hingga 8%.
GL503VD =84% sRGB
GL553VD =91% sRGB
Tetapi layar pada laptop ini 20 nits lebih terang dari pendahulunya.


3. Dual fan

Ya, laptop ini telah dibekali dengan dual fan. Perlu diketahui, untuk penggunaan gaming jangka panjang. Sebuah laptop gaming harus memiliki sistem pendingin yang baik. Laptop ini memiliki thermal managment yang baik.

Pemindahan fan dari kiri laptop ke belakang laptop bukan tanpa alasan. Udara panas dari laptop akan sangat mengganggu bila terkena tangan. Serta dapat memberi ruang pembuangan ekstra untuk laptop ini.

Sebagai gambaran laptop ini mampu menjalankan witcher 3 dengan sangat stabil pada suhu 70 derajat. Sedangkan dengan bantuan fan boost suhu stabil menjadi 63-64 derajat.

Harga dari laptop ini berkisar antara Rp 15.300.000,00

Berikut spesifikasi lengkap dari laptop ini

Display : FHD 15.6" (16:9) Anti-Glare with 178˚ wide-viewing angle display (1920x1080) with 72% NTSC Panel LED backlit 60Hz
Processor : Intel® Core™ i7-7700HQ Processor 2.8 GHz (6M Cache, up to 3.8 GHz)
Memory : 8GB DDR4 RAM 2400Mhz (up to 32 GB)
Hard Drive : SSHD 1TB 5400rpm + 8G Hybrid for cache
Graphics : NVIDIA® Geforce GTX1050 4G DDR5
Optical Drive : N/A
Operating System : Windows 10 Home
Networking :
10/100/1000 Base T
Built-in Bluetooth V4.1
Integrated 802.11 AC (2x2) for Wifi

Slots/Interface :
1 x mini Display Port
1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert
1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1)
1 x COMBO audio jack
4 x USB 3.0 port(s) Type A
1 x HDMI

Audio :
Built-in Stereo 3.5 W Speakers And Microphone
ASUS Sonic Studio
AC Adapter : 180W
Keyboard : Illuminated Chiclet Keyboard (RGB)
Battery : 64 Whrs 4 Cells Battery
Webcam : HD Web Camera
System Dimensions : 38.4 x 26.2 x 2.3 cm (WxDxH)
Weight :  2.5 kg
Warranty : 2 Year ASUS Global Warranty
Bonus : ROG Backpack + Mouse

Okeey sekian dari saya. Bila ingin berdiskusi silahkan tulis di kolom komentar.

Kata kunci :
Asus
Asus ROG
Asus ROG Laptop
Asus ROG GL503VD
Laptop
Laptop gaming




Share:

Thursday, January 4, 2018

Eobot - Tambang Cryptocurrency GRATIS dan TERPERCAYA!

Eobot adalah salah satu Cloud Mining Gratis yang sudah ada sejak 7 tahun yang lalu.
situs ini menyediakan penambangan berbagai coin digital seperti Litecoin, Bitcoin, Dogecoin, Etherum, Dash dan masih banyak lagi.

So, lanjut ke bagian GRATIS-GRATISnya 
(Ikuti step berikut untuk mendapatkan bitcoin atau altcoin gratis)

1. Register DISINI (Inget gan, kita tetap saling menguntungkan)

2. Lalu klik 'Products' >>> 'Faucets'
    Perlu diingat bila kalian ingin mendapatkan mining secara terus-menerus dan gratis. 
    Pada tab 'account', klik 'mining' di pojok kiri atas lalu pilih 'GHS 4.0'
    
    
    Bila ingin langsung mendapatkan bitcoin atau altcoin bisa?
    Ya, bisa. Pada tab 'account', klik 'mining' pada pojok kiri atas lalu pilih 'bitcoin atau altcoin yang          anda inginkan'

    Klik diversify untuk menambang 2 atau lebih koin sekaligus. Dengan interval pergantian tiap              beberapa menit


    Faucet di restart sekitar jam 15.00 WIB

3. Ulangi step 2 dalam 1 sampai 3 hari untuk siap tempur (Bila anda sabar ulangi sampai 30 hari)

4. Bila GHS anda telah mencapai 10 GHS, maka anda siap untuk menambang koin.

5. Aduh bang kok lama ya mencapai 10 GHS ? Cara lain ada?
    Ada dong tapi lebih ribet dari ini . .

6. Atau kalau ingin lebih cepat bisa langsung deposit tapi judulnya jadi enggak gratis. Hehehe .

Jangan lupa share informasi ini ke teman-teman kalian . .

Agar semua mendapatkan pendapatan pasif perbulan . .
Share:

Wednesday, January 3, 2018

Pendapat Kami Mengenai Mouse Gaming

Perkembangan mouse pada masa ini semakin menuju ke era gaming. Kenapa? Karena memang menyesuaikan kebutuhan pasar. Pasar konsumen (kita) semakin haus akan kata gaming dibelakang peripheral kita seperti mouse gaming, kursi gaming, laptop gaming bahkan hingga gelas gaming. Nah looh... aneh gak tuh.

Lalu dikarenakan kebutuhan pasar tersebut,  semakin banyak brand yang mulai menonjolkan sisi gaming dari mereka. Seperti Genius misalnya. Saya dulu membeli sebuah mouse pada tahun 2003 , yang enak serta build quality yang cukup di harga Rp 50.000. Sekarang, bila anda membeli mouse dengan harga Rp 50.000 anda mendapatkan apa??? Mungkin mouse dengan nyala-nyala yang sekali pencet meledak. hehehe...

Era ini dimulai karena kita sebagai konsumen juga ingin merasakan rasa gaming mouse tetapi dengan harga murah sehingga banyak brand-brand baru yang langsung menyasar mouse atau peripheral entry level gaming.

Akhirnya yang dikorbankan adalah desain dan harga serta build quality. Saya berasumsi bahwa mouse dengan embel-embel gaming akan mendapatkan tambahan harga. Desain dari mouse gaming kian lama kian norak karena terlalu memaksakan desain yang gaming dengan budget produksi yang mepet sehingga budget untuk build quality tidak ada.

So, jadi apa kesimpulannya???

Jadilah konsumen yang cerdas. Kenapa??? Karena ketika konsumen cerdas memilih, maka pasar akan mengikutinya. Sehingga para brand-brand terbaru akan mengikuti pasar yang berisi konsumen cerdas.


Sekian dari kami. Jangan ada yang tersinggung. hehehe

Share:

Friday, November 17, 2017

Review Earphone JBL C100SI (Earphone murah kualitas nggak murahan)

Smartphone-smartphone jaman sekarang banyak sekali yang tidak menyematkan earphone di dalamnya. Saya membeli ASUS Zenfone 2 Laser dan tanpa earphone di dalamnya. Karena budget saya terbatas, akhirnya saya membeli earphone murah harga 25 ribuan. Apakah worth it? No, Absolutely not. Selain mempertimbangkan sisi performa earphone, anda juga harus mempertimbangkan sisi kualitas bahan tentunya. Lanjut, singkat cerita earphone saya ini rusak hanya dalam hitungan minggu.



And then, saya membeli earphone baru yang harganya di atasnya, yakni JBL CS100i. Keunggulannya apa?

Pride
Ya tidak dapat dipungkiri bahwa brand JBL sudah mendapatkan nama di masyarakat luas. Jadi ketika memakai earphone ini anda mendapatkan feel tersendiri.

Bass yang mantap
Ya bass dari JBL sudah terkenal luas. Bassnya terasa mantap dan tetap terasa nyaman. Earphone ini sangat cocok untuk penyuka musik EDM atau bass oriented.

Build quality tinggi
Build quality dari earphone ini akan terasa apabila kita memegangnya. Kabelnya tidak braided tetapi lebih kuat dari earphone-earphone lainnya. Tidak begitu WOW tetapi entah kenapa, ketika saya menggunakan earphone ini, kabel nya jarang sekali ruwet dan lebih tertata.

Feel Clicky pada stop and play button juga terasa kokoh. Akan tetapi tombol ini tidak terintegrasi pada beberapa aplikasi musik dan video.

Langsung lanjut ke bagian kekurangannya.

High Pride, High Cost
Pride yang kita dapatkan akan sebanding dengan cost yang kita keluarkan. Pasti opini saya ini akan berbeda-beda menurut beberapa orang.

Treble yang kurang
Ya, dengan Bass yang mantap pasti treblenya juga akan sedikit berkurang.

Kesimpulannya adalah earphone ini layak untuk dibeli, disamping terdapat beberapa kekurangan yang telah saya sebutkan. Earphone ini sangat worth to buy.
Saya membeli earphone ini dengan harga Rp 75.000. Sekarang harganya sudah naik.
Silahkan cek di bawah untuk lebih lengkapnya


Share:

Thursday, July 20, 2017

review vacuum cooler laptop(Merk Taffware)



Laptop saya keluaran sekitar tahun 2014 dan laptop E1-470G dari Acer saya sudah bekerja sekitar 3 tahun ketika artikel ini dibuat. Entah mengapa laptop saya mengalami permasalahan suhu. Saya tidak terlalu tahu mengenai berapa suhu maksimalnya dan lain-lain. Yang jelas laptop ini sangat panas ketika saya gunakan untuk gaming bahkan untuk browsing sekalipun.

Ketika saya membeli laptop ini, saya mendapatkan bonus Cooling fan seharga Rp 25.000 . Saya kira dengan cooling fan tersebut (Apalagi kipasnya besar) akan dengan mudah mengatasi permasalahan panas di laptop saya. Tapi ternyata tidak demikian. Tetapi saya belum pernah mencoba cooling fan yang berharga ratusan ribu. Saya takut bila telah mengeluarkan uang sekian banyak hanya untuk nol performa.

Setelah baca-baca sedikit ternyata laptop yang panas juga mempengaruhi performa. Dikarenakan ketika panas, kabel-kabel atau sambungan-sambungan pada sistem laptop akan memuai kemudian proses transfer menjadi lambat.

Nah, karena tidak mau berkelanjutan. Saya inisiatif mencari alternatif dari cooling fan laptop dan ternyata vaccum cooler laptop menjadi solusinya. Entah ini inovasi dari kapan saya kurang tahu. Akan tetapi ketika artikel ini dibuat, produsen-produsen besar sepertinya enggan membuat produk serupa. Akan tetapi tetap fokus pada cooling fan.

Lanjut ke bagian review.

Desain dari vaccum cooler laptop ini agak sedikit sangar. Mungkin agar muncul kesan gamingnya. Penempatan tombol berada di sebelah atas. Penggunaan tombol ini dengan cara diputar. Tombol ini juga include on/off lalu apabila diputar agak jauh mengatur kecepatan RPM(putaran) kipas. Walaupun dengan mode pemutar untuk pengaturan kecepatan kipas, kecepatan kipas di benda ini hanya memiliki 3 mode. Letak lubang kabel berada disebelah kiri. Jadi ketika sedang dipakai. Penempatan kabel itu akhirnya memutar. Mungkin akan lebih efektif apabila vaccum cooler laptop diletakkan disebelah kanan laptop dengan catatan lubang pengeluaran panas laptop anda berada disebelah kanan juga.

Kualitas bahan dari vaccum cooler laptop ini terasa ringkih. Bila diketok sangat berasa kesan ringkihnya. Dan saya rasa hanya memiliki satu sirkuit kecil tepat pada tombol putar on off saja.

Suara vaccum cooler laptop terasa bising ketika full load. Ketika tidak full load saya kira tidak bising.

Ketika saya membeli vaccum cooler laptop ini , terdapat beberapa item didalamnya. Yang pertama vacuum coolernya, kemudian kabel plug dari usb ke vacuum coolernya. Lalu ada 1 jangkar dan 3 buah karet silikon.

Jangkar ini berfungsi agar vaccum cooler laptop ini tidak kemana-mana ketika dipakai. Jangkar ini diberi selotip untuk direkatkan di bagian bawah lubang pengeluaran panas laptop. Posisi dari jangkar ini berada tepat dibawa vaccum cooler laptop dan berada dibawa lubang pembuangan laptop.

Karet silikon berguna untuk jembatan dari vaccum cooler laptop ke lubang pengeluaran laptop tersebut. Karet silikon ini berguna sebagai perantara lubang laptop ke vaccum cooler laptop. Karet silikon ini memiliki 3 pilihan ukuran yang sudah ada di boksnya.

Performa dari vaccum cooler laptop sangat baik. Ketika saya gunakan untuk bermain game berat seperti PES 2016 atau NBA 2K14, panas dari laptop saya sangat terkurangi dari semula. Alhasil performa dari laptop saya tetap terjaga karena suhu yang dihasilkan juga stabil.

Kesimpulannya saya sangat merekomendasikan barang ini. Harga yang murah sekitar Rp 75.000 dan sangat efektif. Perlu diingat bahwa letak pembuangan panas di setiap laptop itu berbeda-beda. Apabila letak pembuangan panas berada disamping seperti laptop saya maka barang ini sangat pas. Barang ini sangat kecil , memudahkan untuk dibawa kemana-mana.

Perlu diingat bahwa benda ini dapat dipakai dengan mudah apabila kita menggunakan laptop di atas meja. Saya kira akan kesulitan menggunakan benda ini ketika penggunaan laptop tidak berada di atas meja.
Saya kurang tahu tentang umur benda ini. Akan tetapi dengan usia sekitar 3 bulan pemakaian, semua tombol dan fungsi benda ini masih sangat baik.

Baca juga :
Share:
Powered by Blogger.

Featured Post

Review Mouse Logitech M170

Followers

Search This Blog

Bagaimana kualitas artikel saya menurut anda?